Arena

Sir Alex Ferguson: Perjalanan Karir Sang Guru

Arena

View photo

.

Getty Images/Alex Livesey




Ditulis oleh: Sirajudin Hasbi


Tanpa banyak isyarat, Alex Ferguson mengundurkan diri sebagai manajer Manchester United. Walaupun sudah waktunya — dan memang Sir Alex tak bisa selamanya jadi manajer United — tetap saja berita ini membuat sedih penggemar sedunia.

Waktu 26 tahun tidaklah sebentar untuk ukuran pelatih yang menangani klub elit. Di era sepak bola modern yang serba instan, belanja pemain besar-besaran dan gonta-ganti pelatih adalah lumrah. Sementara itu, konsistensi dan kesetiaan selama 26 tahun semakin sulit kita temui.

Bukan pemain hebat tetapi pelatih paling fenomenal
Alex Ferguson sempat menjadi pemain sepak bola. Tetapi karirnya biasa saja. Namun, ketika memutuskan menjadi pelatih, dunia seakan berubah baginya dan ada jalan lapang yang menjadikannya sebagai salah satu pelatih paling fenomenal yang pernah ada.

Sir Alex mengawali karir kepelatihannya di St. Mirren pada 1974-1978, dan berhasil membawa klub ini juara Divisi 1 Liga Skotlandia pada musim 1977. Keberhasilannya ini membuatnya dikontrak oleh Aberdeen FC, klub Divisi utama Skotlandia. Bukan perkara mudah untuk mendobrak hegemoni Glasgow Rangers dan Glasgow Celtics, tapi dia ketika itu berhasil melakukannya.

Melatih selama 8 tahun hingga 1986, Sir Alex membawa Aberdeen menjadi juara Liga Skotlandia sebanyak tiga kali, Piala Skotlandia empat kali, Drybrough Cup, Piala Liga Skotlandia, Piala Winners Eropa dan Piala Super Eropa masing-masing sekali. Juara Piala Winners ini hingga kini menjadi satu-satunya trofi Eropa yang pernah diraih oleh Aberdeen.

Pelatih yang dijuluki Furious Fergie (Fergie Galak) pun membuat kepincut Manchester United. Selain mampu membawa klub yang semula tidak banyak diperhitungkan menjadi jawara, Fergie juga dikenal menyukai pembinaan pemain muda dan memiliki visi jangka panjang.

Fergie tidak langsung berjaya di Manchester. Dia justru gagal total di musim perdananya: hanya finis di peringkat 11 dari 22 peserta liga Inggris. Di ajang Piala FA sudah terhenti di babak keempat setelah kalah dari Coventry City dan di Piala Liga dikalahkan oleh Southampton 4-1 pada putaran ketiga (pertandingan replay).

Musim berikutnya, MU mulai menanjak dengan tampil sebagai juara dua liga Inggris. Sayang di musim berikutnya, alih-alih menjadi juara, MU justru terperosok ke peringkat 11 dan 13 di musim 1989/1990. Dengan prestasi yang buruk ini hampir saja Sir Alex dipecat. Beruntung trofi Piala FA pada tahun 1990, membuatnya masih dipercaya manajemen.

Baru setelah era Premier League bergulir, yang menjadikan sepak bola Inggris sebagai industri, era kejayaan MU dan Fergie dimulai dan seakan tidak terhentikan. Sejak menjuarai Liga Primer Inggris pada musim 1992/1993, MU menjadi juara sebanyak 13 kali dari 21 musim liga yang telah dilakoninya.

MU juga mampu menjuarai lima kali Piala FA — yang menjadikan mereka sebagai klub yang paling sering menjuarai kejuaraan sepak bola tertua di dunia itu.

Musim terbaiknya bersama MU jelas pada musim 1998/1999 ketika meraih gelar treble winner dengan meraih juara Liga Premier Inggris, Piala FA dan Liga Champions Eropa. MU juga meraih Piala Interkontinental atau Piala Toyota pada 30 November 1999 di Tokyo. Untuk Liga Champions, Fergie kembali meraihnya pada tahun 2008 pada suatu malam yang dikenal sebagai Magical Night at Moscow di mana MU menang adu penalti atas seterunya, Chelsea.

Percaya pada kualitas pemain muda

Walau berkali-kali belanja pemain mahal seperti Robin van Persie, Wayne Rooney, Rio Ferdinand, hingga Juan Sebastian Veron. Sir Alex sebenarnya pelatih yang punya kepercayaan pada pemain muda. Fergie-lah yang berani mengorbitkan segerombolan pemain junior didikan akademinya yang kemudian diberi titel Class of 1992. Angkatan ini menjuara Piala FA junior, lalu dipromosikan ke dalam skuat utama MU dan menjadi tulang punggung tim dalam kurang lebih satu dekade. Paul Scholes bahkan hingga kini masih bermain walaupun sempat pensiun.

Titik awal kejayaan Class of 1992 adalah ketika mereka mampu mengantarkan MU menjuarai Liga Premier Inggris di musim 1995/1996, yang menjadi gelar ketiga dalam empat musim pertama Liga Premier Inggris. Gelar juara yang diraih dengan penuh perjuangan dan semangat membuktikan diri bahwa pemain muda bisa berprestasi.

Setelah era Class of 1992, mungkin tidak ada lagi tim junior MU yang dipromosikan ke skuat utama. Walaupun demikian, beberapa kali seorang dua orang dari akademi MU berhasil menembus skuat utama dan diberi kepercayaan oleh Fergie. Sebut saja Danny Welbeck, Wes Brown, John O’shea, Johnny Evans dan beberapa pemain lainnya.

Fergie juga mampu mengasah pemain setengah jadi yang dia beli dari klub lain, seperti Ole Gunnar Solskjaer (1996-2007), Roy Keane (1993-2005), Cristiano Ronaldo (2003-2009), serta Wayne Rooney (2004-sekarang). Cristiano Ronaldo bahkan bisa dipoles Fergie menjadi pemain terbaik dunia pada 2008 dan menjadi pemain termahal dunia ketika dibeli oleh Real Madrid.

Tetapi Sir Alex juga tercatat beberapa kali salah membeli. Misalnya, Kleberson yang mampu bermain menawan di Piala Dunia 2002 ternyata gagal tampil apik di Old Trafford. Sepak terjang Juan Sebastian Veron juga tidak sebaik ketika masih di Lazio. Atau yang paling fenomenal adalah Bebe, pemain antah berantah yang ditransfer 7,5 juta pounds itu hingga kini belum mampu membuktikan kualitasnya.

Bagaimanapun, kesalahan yang diperbuat oleh Sir Alex tertutup oleh prestasi yang ditorehkannya.

Di usia yang sudah tidak muda lagi dan kesehatan yang sudah mulai memburuk, Sir Alex harus lebih banyak istirahat dibanding terus-menerus bepergian. Mengakhiri karir gemilangnya 26 tahun di Theatre of Dreams dengan merengkuh gelar Liga Premier Inggris ke-20 yang membuat MU menjadi klub terbanyak meraih gelar juara liga sepanjang sejarah. Untuk dirinya pribadi, itu adalah gelar ke-13. 

Memutuskan pensiun dari hal paling disenanginya ketika masih berada di puncak adalah hal terbaik yang dilakukannya dan pencapaiannya akan senantiasa diingat oleh orang sepanjang zaman.

Terima kasih Sir Alex Ferguson, guru sepak bola paling fenomenal di era industri.

Statistik Penampilan Sir Alex Ferguson Bersama United:

Pertandingan: 1497
Menang: 893
Seri: 337
Kalah: 267
Memasukkan Gol: 2761
Kebobolan Gol: 1359
Selisih Gol: 1402
Persentase Kemenangan: 59,65%

Daftar Prestasi Sir Alex Ferguson:
English Premier League (13 kali)

1992–93, 1993–94, 1995–96, 1996–97, 1998–99, 1999–2000, 2000–01, 2002–03, 2006–07, 2007–08, 2008–09, 2010–11, 2012–13
FA Cup (5 kali)
1989–90, 1993–94, 1995–96, 1998–99, 2003–04
Football League Cup/Carling Cup (4 kali)
1991–92, 2005–06, 2008–09, 2009–10
Charity Shield (10 kali)
1990, 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007, 2008, 2010, 2011
UEFA Champions League (2 kali)
1998–99, 2007–08
UEFA Cup Winners Cup (1 kali)
1990–91
European Super Cup (1 kali)
1991
Intercontinental Cup(1 kali)
1999
FIFA Club World Cup (1 kali)
2008

Prestasi Individu Sir Alex Ferguson:

LMA Manager of the Decade (1): 1990s
LMA Manager of the Year (3): 1998–99, 2007–08, 2010–11
LMA Special Merit Award (2): 2009, 2011
Premier League Manager of the Season (10): 1993–94, 1995–96, 1996–97, 1998–99, 1999–2000,   2002–03, 2006–07, 2007–08, 2008–09, 2010–11
Premier League Manager of the Month (27):
UEFA Manager of the Year (1): 1998–99
UEFA Team of the Year (2): 2007, 2008
Onze d'Or Coach of the Year (3): 1999, 2007, 2008
IFFHS World's Best Club Coach (2): 1999, 2008
IFFHS World's Best Coach of the 21st Century (1): 2012
World Soccer Magazine World Manager of the Year (4): 1993, 1999, 2007, 2008
Laureus World Sports Award for Team of the Year (1): 2000
BBC Sports Personality of the Year Coach Award (1): 1999
BBC Sports Personality Team of the Year Award (1): 1999
BBC Sports Personality of the Year Lifetime Achievement Award (1): 2001
English Football Hall of Fame (Manager) : 2002
European Hall of Fame (Manager): 2008
FIFA Presidential Award: 2011
Premier League 10 Seasons Awards (1992–93 – 2001–02)
Premier League 20 Seasons Awards (1992–93 – 2011–12)
Manager of the Decade
Most Coaching Appearances (392 games)
FWA Tribute Award : 1996
PFA Merit Award: 2007
Mussabini Medal: 1999

Penghargaan Spesial:

Officer of the Order of the British Empire (OBE): 1983
Commander of the Order of the British Empire (CBE): 1995
Knight Bachelor (Kt.): 1999


Laga Terakhir Sir Alex Ferguson Bersama Manchester United di Old Trafford (klik panah kanan kiri untuk melihat foto):




Kenang-kenangan Sir Alex Ferguson Selama Bersama Setan Merah (klik panah kanan kiri untuk melihat foto):



Berbagai Ekspresi Marah Sir Alex Ferguson (klik panah kanan kiri untuk melihat foto):




Video Parade Juara Manchester United:


View Comments (65)